//Godzilla: Planet Eater
godzilla planet eater

Godzilla: Planet Eater

Spread the love

Sebelumnya, gw kembali ingin mengingatkan. Post ini akan berisikan spoiler dari film pertama dan film ke-2. Kalau kalian belum nonton, sila baca review film pertama dan film ke-2 dulu ya.

Oke, sudah nonton dong bagian paling akhir dari film ke-2 si Metphies bilang apa? “Hail Hydra!”? Bukan dong. Dia bilang “Cupu.” Nggak deh. Dia bilang “Ghidorah.” Ya, musuh bebuyutan idola kita, King Ghidorah disebut namanya di akhir dari film ke-2.

Dengan disebutnya nama tersebut, tentunya gw jadi sangat, sangat, Sagat, Jagat, Cegat, semangat untuk menonton film ke-3 ini. Dengan harapan untuk, akhirnya, melihat pertarungan Kaiju terbaik dalam sejarah.

via GIPHY

Apa yang terjadi? Baiknya kalian nonton aja sendiri. ‘Tar gw spoiler. Yang pasti, di film ke-2 ini, kembali konflik antar weakling terjadi. Jika sebelumnya Bilusaludo yang ambisius itu membuat masalah. Kali ini, para Manusia Bumi terjebak dalam ‘agama’ Exif.

Di tengah keputusasaan mereka karena gagal mengalahkan Godzilla di film ke-2, tak ada pilihan lain bagi Manusia Bumi yang galau ini selain menyerahkan diri kepada Tuhan. Sayang, Tuhan terdekat yang mereka temui hanyalah ‘Tuhan’-nya Exif.

Well, film ke-3 yang harusnya menjadi klimaks dari trilogi Godzilla Netflix ini, gw justru dikecewakan karena sama sekali ga memenuhi ekspektasi gw yang membumbung tinggi karena berharap akan melihat pertarungan seru antara Godzilla dan King Ghidorah.

Emangnya kenapa? Ya nonton aja. ‘Tar gw spoiler [2].

Verdict

Terburuk dari trilogi ini. Rasanya seperti sudah nganterin pulang berpuluh-puluh kali tapi pas diajak jadian, “Aku mau fokus UN.” Ya, sesakit itu.

via GIPHY

4/10