//Hero (2002)
hero jet li

Hero (2002)

Spread the love

Berawal dari penjelajahan gw di internet yang berujung di profil seorang Wong Kar-wai. Akhirnya gw memutuskan untuk memulai menonton film-filmnya. Tapi, sebelum gw masuk ke dunianya, gw justru diarahkan ke film dari cinematographer rekananannya, Christopher Doyle, yang berjudul Hero. Dan gw sama sekali ga menyesal.

via GIPHY

Hero, sebuah film yang bercerita tentang aksi heroik seorang ksatria tanpa nama. Yap, tanpa nama, ia hanya diberikan gelar Nameless (Jet Li). Diceritakan ia berhasil mengalahkan tiga musuh utama Raja dari kerajaan Qin. Kerajaan Qin sendiri adalah salah satu dari 7 kerajaan yang berobsesi untuk menjadi penguasa dataran Cina pertama. Dan Raja Qin adalah yang paling berambisi dan tentunya, paling diincar oleh para pembunuh dari kerajaan lain.

Hero bukanlah film silat biasa yang biasa kita saksikan di televisi era 90an dan 2000an awal. Bukan film aksi yang hanya sekadar mempertontonkan aksi silat yang taktis dan seru. Hero menawarkan sesuatu yang berbeda dari film silat mandarin yang biasa. Visual. Ya, film ini memberikan hiburan visual yang luar biasa bagus.

via GIPHY

Sinematografi film ini digarap dengan sangat baik dan berhasil memanjakan mata gw di sepanjang film. Setiap pengambilan gambar dalam film selalu diambil dengan begitu baik dan sudut yang tepat. Setiap scene terlihat seperti sebuah foto yang siap dipamerkan di galeri seni. Yep, gw nggak tau lagi gimana menggambarkannya, kurang lebih itu lah yang gw maksud.

Dengan visual yang gw maksud di awal, bukan hanya sekadar sinematografi saja. Koreografi dalam film ini juga disesuaikan dengan keindahan backgroundnya. Setiap¬†scene¬†perkelahian dan aksi silat para pemain benar-benar mengembalikan¬†‘seni’ dalam ‘seni bela diri’.

via GIPHY

Kalau lo pikir film ini hanya tentang visual, sama, gw jg berpikir seperti itu di awal film. Gw mengira, film ini hanya unjuk keindahan visualnya saja. Ternyata, film ini juga berhasil mengeksekusi plot, yang premisnya terlihatnya sederhana, menjadi sebuah cerita yang kompleks dengan twist yang cukup mengejutkan. Ditambah lagi dengan dialog yang poetic dan memiliki pesan-pesan yang cukup dalam.

Nggak berhenti di sana, scoring film ini juga membuat gw makin terhanyut dengan alur film. Setiap scene, setiap perkelahian, diiringi dengan musik yang tepat dan sesuai dengan mood dalam ceritanya. Terutama di bagian ending yang menurut gw, adalah cara terbaik untuk membungkus film ini. Sempurna.

Verdict

Well, ini film lama. Mungkin juga lo sudah menonton atau sudah membaca review lainnya. Tapi gw tetap ingin menyampaikan kesimpulan gw setelah menonton film ini. Film ini berhasil membuat gw menarik nafas setelah film ini berakhir. Gw puas, sangat puas dengan film ini. Semenjak awal film gw terus menganga melihat visual yang luar biasa, dan memasuki pertengahan hingga akhir film, gw semakin terpukau dengan penceritaan dan dialog yang bagus. Cukup ‘kan? Nggak perlu gw rangkum lagi jadi 1 kalimat? Oh, kalau menurut lo belum convincing, lo bisa cek castnya. Film ini memamerkan pertarungan antara Jet Li dengan Donnie Yen, Maggie Cheung, Tony Leung, dan Zhang Ziyi. See?

9.7/10