//Instant Family: Narasi Keluarga Tak Terduga
mark wahlberg instant family

Instant Family: Narasi Keluarga Tak Terduga

Spread the love

Di tengah kontroversi film Glass yang penerimaannya bercampur. Entah sebenarnya memenuhi ekspektasi dari 2 prekuelnya atau tidak. Di tengah kontroversi tanpa akhir tentang ‘How to Train Your Dragon 3’ yang bagus atau sebenarnya hanya menggunakan formula yang sama berulang-ulang. Atau kontroversi antara dia suka beneran atau cuma baik aja sama semua orang. Akhirnya gw memilih jalan tengah untuk menonton Instant Family.

via GIPHY

Sebuah narasi yang diilhami oleh kisah nyata (seriously, subtitle-nya bilang ‘diilhamkan’) dan dibintangi sekaligus diproduseri oleh Mark Wahlberg. Mengajak kita untuk melihat sisi lain dari kehidupan berkeluarga yang tak biasa, terutama jika melihat budaya Indonesia.

Instant Family mengangkat cerita tentang keluarga adopsi yang sepertinya, di Indonesia masih menjadi topik yang tidak umum terjadi dan mungkin bisa dibilang tabu? Hmm, mungkin biar ga diabetes diganti jagung aja.

via GIPHY

Ehm, pasangan Pete (Mark Wahlberg) dan Ellie Wagner (Rose Byrne) adalah pasangan bahagia yang sangat menikmat saat-saat bersamanya mereka sehingga mereka tak ingin punya anak. Hingga pada satu titik, akhirnya mereka menginginkan seorang anak.

Namun, merasa umurnya tak lagi muda, Pete tidak ingin memiliki anak kandung yang jarak umurnya akan jauh dengannya. Akhirnya ia dan istrinya memutuskan untuk memilih jalur adopsi. Setelah perdebatan panjang tentunya.

Naskah Instant Family sepertinya digarap dengan sangat baik dan rapi. Sehingga setiap dialog yang diselipkan lawakan-lawakan segar dan tak dipaksakan berhasil membuat penonton di bioskop terus tertawa. Tapi, bukan itu kekuatan film ini. Instant Family terus-menerus memancing emosi penonton untuk ikut sedih, terharu, dan tentunya menitikkan air mata sepanjang film.

Pemilihan cast di film ini sepertinya sangat tepat untuk mengeluarkan sisi unik dari setiap karakter. Terutama Mark Wahlberg yang sudah kita kenal sebagai sahabat dodolnya beruang eksplisit bernama TED. Serta Isabela Moner sebagai pemudi angsty yang cerdas.

via GIPHY

Ya, komedi romantis yang menitikberatkan di konflik keluarga ini, khususnya keluarga adopsi, berhasil mengayun emosi penonton. Sesaat kita diajak tertawa sampai sakit perut, di adegan berikutnya kita dibuat bingung kenapa tiba-tiba seperti ada yang mengupas bawang. Di akhir film, gw lihat banyak yang matanya bengkak atau setidaknya merah. Nggak, bukan karena berantem sama pacarnya, tapi karena menangis sedih ataupun terharu.

Instant Family sangat layak untuk ditonton bagi pasangan yang baru menikah, akan menikah, sudah menikah tapi butuh semangat baru di pernikahannya, atau singles yang … kali aja di bioskop ketemu singles yang lain untuk berbincang soal masa depan.

8/10