//The Martian : A fun presentation of a serious sci-fi

The Martian : A fun presentation of a serious sci-fi

Spread the love
image

Kita sudah disuguhkan kemegahan visualisasi astrofisika, astrodinamika, astroboy, astrohonda, astrolegenda, astroboy, astrolole dari Interstellar tahun ini. Dibalut dengan kompleksitas plot, cerita, alur, oedipus dari yang Satu, Christopher Nolan. Lalu di manakah posisi The Martian?

The Martian mengambil arah yang benar-benar berbeda dari Interstellar. Jika Interstellar memberikan kita visualisasi luar angkasa yang terasa nyata. The Martian justru memberikan CGI yang biasa saja dan cenderung di bawah rata-rata. Jika Christopher Nolan mengajak kita berbicara tentang teori Black Hole yang kompleks dan (katanya) scientifically correct, Ridley Scott justru mengajari kita ilmu botanika yang gw juga nggak tahu apakah itu mungkin dari segi sains. Jika Matt Damon mencoba meninggalkan rekan-rekannya di Interstellar, di sini ia justru ditinggalkan oleh rekannya-rekannya.

image

Lalu kenapa Matt Damon masih diselamatkan juga? Maksud gw. Lalu kenapa kita harus nonton The Martian? Seperti yang gw bilang, Interstellar mengambil arah yang berbeda dari Interstellar. The Martian mempresentasikan sebuah perjalanan manusia ke luar angkasa dengan tone yang menyenangkan. Banyak lelucon yang diselipkan dan teori-teori sains yang dijabarkan pun masih dalam level dasar, sehingga orang awam seperti gw masih bisa mengerti.

image

Di awal film, kita langsung disuguhkan dengan lansekap planet Mars yang berwarna merah, lengkap dengan kru Ares III yang melakukan pekerjaannya untuk memeriksa planet tersebut. Namun, badai yang lebih besar dari dugaan mereka datang, dan mereka harus segera menyelematkan diri. Dengan cara, meninggalkan misi mereka di sana. Karena badai yang begitu kuat, mereka kesulitan untuk kembali ke kapal induk mereka. Bahkan salah satu kru mereka, Mark Watney (Matt Damon), harus menjadi korban dalam prosesnya dan tertinggal di Mars.

Yap. Seperti yang lo bisa tebak, film ini bercerita tentang kisah percintaan Mavis dan Jonathan. Ups. Beda film. Film ini bercerita tentang kisah bertahan hidupnya seorang Mark Watney yang tertinggal sendiri di Mars dan usaha penduduk Bumi untuk menjemputnya.

image

Namun, kesendirian dan kesepian Mark Watney di Mars sama sekali tidak membosankan seperti kesepian kita di malam minggu. Matt Damon berhasil menghibur penonton dengan karakter Mark Watney yang agak congkak (bukan congklak) namun tetap cerdas dan menyenangkan. Belum lagi joke fresh lainnya yang terus mengisi sepanjang film.

Sebagai penggemar musik 80an, gw sangat menyukai pemilihan lagu di film ini. Dengan latar Komandan Lewis (Jessica Chastain) adalah seorang pecinta musik disko 80an. Film ini terus diiringi dengan lagu-lagu dari era 80an. Seperti Hot Stuff-nya Donna Summer, hingga lagu-lagu ABBA yang merupakan favorit dari Komandan Lewis. Serta, penempatan lagu Starman dari David Bowie juga sangat tepat. Bagian mana? Nonton aja nanti sendiri yah. Oh ya, bahkan di ending credits kita masih ditemani ‘I will survive’.

image

Verdict

Recommended! Ya. Gw merekomendasikan film ini. Film yang sama sekali tidak ringan namun nggak membuat lo ngantuk mendengarkan hipotesa para ‘ilmuwan’ film. Sebuah film yang bisa dinikmati semua orang tanpa harus googling pembenaran kalau kalian mengerti film ini. Film yang nggak membuat lo terus ditanyakan soal teori-teori fisika, biologi atau matematika oleh pacar/istri/suami/selingkuhan setelah menonton. Namun, gw nggak menjamin dan nggak terlalu mempedulikan apakah film ini benar secara sains. Gw hanya menikmatinya.

Score : 8.5/10

Nggak mau nonton The Martian? Coba cek film bagus lainnya di Bukan Movie.